Kamis, 05 Oktober 2017

Penyanyi Musik Dj Berbahasa Bali.

Apakah di Bali ada penyanyi musik Dj? Kalau penyanyi khusus musik DJ, rasanya jarang. Kalau lagu pop Bali yang dijadikan musik DJ, sudah pasti ada. Seperti pada tahun 2007, studio rekaman Aneka Record pernah membuat terobosan baru dengan cara mencampur lagu-lagu dari penyanyi yang berada di bawah label studio musiknya seperti lagu Widi-Widiana dan kawan kawan dijadikan musik DJ untuk memberi nuansa baru pada blantika musik pop Bali. Selain itu, studio rekaman Januadi Record juga tak mau kalah dengan Aneka Record. Lagu-lagu Ari Kencana semuanya dijadikan musik DJ.

Tetapi kalau bicara soal penyanyi khusus musik DJ berbahasa Bali, di kota Singaraja ada seorang Maestro yang pawai memainkan karakter musik-musik DJ. Beliau adalah DJ Mahesa Buleleng
 Saya sangat menyukai semua album DJ Mahesa dari mulai beredar di internet sampai lagu-lagu DJ Mahesa yang sekarang. Kenapa saya suka? Pasalnya semua lagu DJ Mahesa sangat sesuai dengan Realita walaupun lagunya agak jorok dan keras, tetapi saya suka. Selain itu, wajahnya yang ganteng dan suaranya yang seksi menyebabkan saya jadi geregetan. Lagu-lagu DJ Mahesa yang telah beredar di internet yang terbaru adalah Sayang Via Valen versi DJ Mahesa, Tuak Adalah Nyawa, Gek Ria Laklak Puun, dan lain-lain
Melalui tulisan ini saya juga ingin mengklarifikasi kepada semua fans DJ Mahesa bahwa isu yang beredar di internet tentang DJ Mahesa memakai narkoba itu adalah tidak benar. Pasalnya menurut berita yang saya baca di internet, orang yang memakai narkoba itu bukan DJ Mahesa melainkan Mahesa Gotama.

Senin, 24 April 2017

Tanggapan Untuk Lagu Tuak Adalah Nyawa {Masekepung Band}

Lagu Bali Tuak Adalah Nyawa belakangan ini sangat populer dan sangat digemari di kalangan remaja, anak-anak maupun orang dewasa. Dan lagu tersebut sering diputar pada acara kumpul-kumpul dengan teman saat ada Event 'Metuakan" terutama di desa kami Tejakula-Buleleng. Karena seringnya teman-teman memutar lagu tersebut, lagu hasil unduhan dari Youtube itu menjadi semakin enak didengar. Awalnya saya mengetahui lagu tersebut ketika membuka Youtube ingin mencari lagu Widi Widiana. Tetapi di bawah video Widi Widiana ada video pilihan-pilihan lain. Salah satunya Tuak Adalah Nyawa. Karena penasaran lalu saya mendownload dan memutar video tersebut. Dari sana, saya lalu mengetahui Group Band yang menyanyikan lagu tersebut adalah Masekepung Band dari Sukawati. Sekedar catatan buat pembaca Blog ini, Band tersebut digawangi oleh Ryos sebagai Vocal dan pemegang gitar, Nahox sebagai pemegang Bass dan Lenjong sebagai pemegang Jimbe.

Menurut pengamatan saya, sepertinya lagu tersebut menjadi Booming padahal albumnya belum dirilis. Mungkin respon masyarakat sangat tinggi sehingga di Youtube video itu ditonton sebanyak 1,4 juta kali. Ternyata Masekepung Band sudah merampungkan albumnya yang berisi 10 lagu andalan diantaranya Ulian Utang, Bajang Abian Sentul, Tembang Girang, Nunas Ampure, Masekepung, De Sangetang, Man Ngibur, Tut Njong Cool, Menyame Adung, Bares serta tuak adalah Nyawa.

Tanggapan saya mengenai lagu Tuak Adalah Nyawa, saya harap kepada masyarakat supaya jangan memiliki pemikiran negatif terhadap kegiatan Metuakan di Bali. Mungkin dari hasil kegiatan kumpul-kumpul dengan teman akan terlahir sebuah karya seni berupa lagu seperti yang dihasilkan oleh Masekepung. Lagu ini juga ada sisi seni budayanya, pasalnya lagu ini memiliki konsep yang melibatkan Sekaa Genjek yang bertujuan sebagai sebuah upaya pelestarian seni dan budaya.

Sabtu, 21 November 2015

Daftar Nama-Nama Group Band Di Bali.

Sebelum saya membicarakan soal daftar nama-nama Group Band di Bali, terlebih dahulu saya ingin mengulas tentang lesunya bisnis kaset di Bali. Saking lesunya bisnis kaset di Bali, sampai-sampai produser kurang bergairah dalam memproduksi musik dalam format kaset, CD, maupun video CD. Sepertinya kaset dan CD belakangan ini kurang diminati oleh konsumen. Selain itu, CD dan video CD sangat mudah dibajak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab ditambah dengan berkembangnya tehnologi digital yang semakin pesat mengakibatkan seseorang begitu mudah mendapatkan musik hanya dalam waktu sekejap dengan cara mendownload di situs-situs internet.

Kalaupun ada penyanyi yang ingin membuat album musik maupun single, pasti sifatnya berbasis Indie Label yang artinya penyanyi tersebut membiayai sendiri proses rekamannya. Dalam artian penyanyi tersebut sekaligus menjadi produsernya. Tapi penyanyi Indie jaman sekarang sebagian besar tidak mencari keuntungan lewat penjualan keping albumnya. Melainkan bagaimana caranya agar musiknya dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat. Yaitu dengan cara mengunggah albumnya di situs internet. Setelah lagunya dikenal masyarakat, ada kemungkinan Promotor mengajak bekerjasama dengan penyanyi tersebut untuk melakukan konser. Nah, dari situlah para artis Indie mendapatkan keuntungan dan bukan dari hasil penjualan album.

Selain itu, banyak terobosan-terobosan yang dilakukan penyanyi Indie seperti menawarkan lagunya kepada operator pulsa untuk dijadikan nada sambung pribadi. Dengan adanya tehnologi seperti internet, jaman sekarang banyak sekali bermunculan artis-artis dadakan walaupun mereka belum memiliki album CD atau hanya promosi single di situs internet membuat seseorang bisa terkenal. Misalnya Motifora Band, aku lebih dulu mengetahui musik Motifora Band lewat internet daripada memiliki kasetnya. Hanya dalam waktu sekejap, aku berhasil memiliki album Motifora Band dengan cara mendownload. Yang namanya penyanyi Band sudah pasti Performa para personelnya sangat menarik. Itu bukan berarti aku mengatakan bahwa penyanyi pop maupun penyanyi dangdut berpenampilan jelek. Lihat saja para personel Motifora Band. Saking terlalu gantengnya bisa membuat orang yang melihatnya geregetan. Kebetulan aku menyukai musik-musik Band yang melodynya sangat syahdu disertai dengan suara yang Melankolis tetapi tidak cengeng. Lagu Ngalain Gumi betul-betul membuat para pendengarnya ingin menitikkan airmata. Dan aku membayangkan jika aku ditinggal mati oleh orang yang sangat aku sayangi, bagaimana rasanya? sudah pasti sedih, bukan?

Motifora Band.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Menurut informasi yang saya terima, dulu Motifora Band bernama Motiforline tetapi lama kelamaan menjadi Motifora. Band Motifora merupakan group band yang berasal dari desa Munduk kecamatan Banjar- Singaraja. Band tersebut terbentuk pada tanggal 17 Maret 2009. Motifora mengusung jenis musik yang beraliran Pop Rock Alternatif. Prestasi yang pernah diraih oleh Motifora Band diantaranya pernah menjadi Finalist dalam sebuah festival yang diadakan oleh salah satu perusahaan rokok. Selain itu, mereka juga pernah menjadi 10 besar pada festival gong 2010 dalam rangka hari ulang tahun JTV Surabaya.
photo ini dokumen dari Made Budilana
Motifora telah mengeluarkan album dengan judul Hitam Putih yang berisi 8 lagu diantaranya Ngalahin Gumi, Lelah dilanda Rindu, Meme, Hitam Putih, Rasakan Rasaku, Dua Hati, Melayang, dan Cahaya Hati.

Lolot Band
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kalau Lolot Band waktu aku mengenal musiknya, waktu itu sudah jaman kaset pita. Lagu pertama yang aku dengar adalah lagu Dagang Kopi. Musik dan vokalnya sangat pas. Kebetulan aku menyukai lagu-lagu Band yang memilki tempo Slow. Sebenarnya lagu Lolot Band banyak sekali yang bagus. Tapi aku sukanya yang Slow sebab lagu Lolot dibagi menjadi dua kategori yaitu keras dan Slow. Jadi pada saat aku mendownload lagu Lolot, sengaja aku pilih yang Slow-Slow. Sebut saja Dagang Kopi, Capung Gantung, dan lain-lain. Lirik lagu Lolot yang berjudul Galungan sangat pas, cuma genre musiknya tergolong keras. Jika genre musiknya slow rock, saya rasa sangat nyaman untuk dinikmati. Tapi menurut semua orang, lagu ini sangat bagus. Sayangnya saya hanya menyukai lagu lolot yang Slow. Demi kemajuan kualitas group Band Lolot, saya mau memberi kritik dan saran tapi kritk dan saran yang bersifat membangun. Bukan kritik yang menghancurkan. Terutama dalam lagu De Bes Ruwet berisi kata-kata Ngamah. Mohon jika selanjutnya membuat lagu agar tidak berisi kata-kata kasar. Terkadang saya sempat tersinggung saat mendengar lagu Barong Bangkung yang berisi kalimat Sawireh Dikotane Akeh Anak Mebikas Jele. Tapi tidak semua orang di Kota bertabiat buruk. Sementara dalam lagu Cek-Cek berisi kata-kata Yen Wenten Jatma Corah Ngawag Mesuang Munyi, Icekcek Bengong Memongol Nenten Mesuara. Soalnya Cicak itu mengeluarkan suara bersifat secara kebetulan. Walaupun kita bicara jujur, tapi kalau cicak tidak mengeluarkan suara bukan berarti kita berbohong.

Jun Bintang
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kalau Jun Bintang itu aku kategorikan sebagai penyanyi yang dominan musik Regae sebab musik-musik yang aku kenal kebanyakan Regae. Ada juga yang musiknya Slow seperti lagu duet dengan seorang wanita yang aku lupa namanya dengan judul Satya. Musik Jun Bintang Aku kenal dari jaman kaset pita.

Emoni
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sedangkan Emoni aku kenal lewat internet. Lagu Ketut Garing yang dibawakan oleh Emoni dengan karakternya yang sangat khas membuat lagu itu menjadi enak didengar. Sementara Leyonk Sinatra membuat lagu dengan ciri khas dicampur dengan bahasa Indonesia. Contohnya seperti lirik lagu di bawah ini "Ade Sing Ade Aku Bin Mani. Sama juga dengan Raja Band seperti dalam lagu Cint Bertepuk Sebelah Tangan. Lirik Lagunya bahasa Bali dicampur dengan bahasa Indonesia. Sepertinya vokalis-vokalis group Band Bali sudah memiliki karakter yang sangat khas. Walaupun dalam keadaan mata terpejam sambil menikmati musik, kita sudah bisa menebak siapa penyanyinya. Tetapi karakter vokal Raja Band dengan Nanoe Biroe hampir sama. Hampir semua masyarakat susah membedakan antara kedua suara penyanyi tersebut. Dalam situasi yang berbeda juga sempat ada orang yang berargumen mengenai vokal Raja Band dengan Nanoe Biroe. Contoh, lagu Sing Ade Perawan sebagian besar yang mengatakan bahwa vokalisnya adalah Nanoe Biroe. Sapunapi Niki?

Alasan Seseorang Menyukai Lagu Pop Bali.

Ternyata lagu-lagu pop Bali bukan saja digemari oleh masyarakat Bali. Akan tetapi  lagu pop Bali juga digemari oleh masyarakat yang berasal dari pulau Lombok. Sebut saja Zufri (18 th) seorang teman yang bekerja sebagai buruh bangunan di Kreneng Denpasar. Ia mengaku gemar dengan lagu Bali pasalnya lirik-lirik lagu Bali sangat bermakna meskipun ia baru mengerti  sedikit bahasa Bali. Sebut saja lagu Lolot, Dek Ulik, dan Triple X yang sangat menghargai cinta. Dan katanya ia sering diajak temannya menonton konser lagu Bali di lapangan Renon setiap menyambut tahun baru.

Sementara Ham (25 th) suka dengan lagu Bali terlebih pada iramanya yang sangat bagus. Ketika saya tanya lagu mana yang anda sukai, ia kemudian menjawab "Kenceng" milik AA. Raka Sidan.

Ketika saya cermati pengakuan Zufri, ada benarnya juga. Lagu-lagu bermakna dari Dek Ulik tersirat dari albumnya yang mengambil tema Religi seperti album Suksma Hyang Widhi yang artinya terima kasih tuhan. Sementara lagu Lolot tentang mengajegkan tradisi Bali seperti lagu Cecek, Barong Bangkung yang dihiasi dengan kesenian Kecak, dan lagu tradisional "Capung Gantung" Triple X juga tak kalah hebatnya dengan lagu yang bertema ajeg Bali seperti Omed-Omedan, Sami Bagia, dan Druwenang sareng. Aliran musik yang diusung Triple X adalah Slow Rock yang dibumbui dengan Rap. Sedangkan lagu AA. Raka Sidan beraliran Pop. Ia selalu mengambil tema kemanusiaan. Lagu Kenceng adalah lagu sindiran kepada siswa-siswa dan para remaja yang tinggal di kota yang terpengaruh dengan Narkoba. Mengaku belajar di kota, ternyata mereka memakai obat-obatan terlarang.

Lagu Bali yang paling saya benci adalah lagu-lagu yang ada lirik porno, lirik kasar, beraliran DJ, dan lagu jiplakan.

Rabu, 01 April 2015

Alasan Orang Indonesia Menyukai Lagu Pop Mandarin Indonesia.

Apa alasan sebagian masyarakat Indonesia menyukai lagu-lagu lawas berirama Mandarin? Setelah saya melakukan Survey di sosial media, ternyata jawabannya adalah karena lagu pop Mandarin Indonesia iramanya sangat sendu, Melow, dan Melankolis. Apalagi ditambah dengan suara penyanyinya yang sangat merdu seperti Mario dalam judul lagunya di kaset VCD karaoke kompilasi 20 lagu The Best pop Mandarin diantaranya Ling-Ling, Lilian, Amoy, dan lain-lain.

Selain Mario, Yulia Yasmin juga tergolong sebagai penyanyi pop Mandarin Indonesia seperti yang ada dalam kaset VCD karaoke The Best pop Mandarin Indonesia Yulia Yasmin. Judul lagunya antara lain: Dinding Pemisah {sempat dipopulerkan oleh Mery Andani}, Cinta Pertama, Cinta Serba Salah, Getaran Cinta, Moming, Merana, Pusara Cinta, Jangan Sakiti Hatinya, dan lain-lain.

Setelah Yulia Yasmin, kemudian muncul nama Mery Andani di layar televisi milik pemerintah sekitar tahun 1990. Lagu perdananya adalah Dinding Pemisah. Lagu ini sempat menjadi jawara dalam tangga lagu di televisi maupun di radio sekitar tahun 1990. Sebenarnya lagu perdana Mery Andani adalah "Mas Budi, Kamu Kok Loyo?" duet dengan penyanyi pria yang saya lupa namanya. Tapi lagu tersebut bukan kategori lagu Mandarin, melainkan lagu dangdut biasa. Lagu-lagu Mery Andani diantaranya adalah Dinding Pemisah, Prahara Cinta, Marilah Kasih, dan Bunga Cintaku.


Mario Amoy Dan Yulia Yasmin.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bagi saya Mario Amoy adalah rajanya penyanyi pop Mandarin Indonesia. Kenapa saya memanggilnya Mario Amoy? Karena ia terkenal lewat lagunya yang berjudul Amoy. Sebenarnya saya tidak pernah menonton video klipnya di televisi. Tapi saya mengetahuinya semenjak saya mengenal Youtube di Internet dan di kaset VCD. Sebelum mengenal Youtube, saya hanya mengkoleksi lagu-lagu Mario Amoy dalam bentuk kaset pita atau kaset Tape. Kaset yang pernah saya miliki adalah kaset dalam album Ling-Ling. Dalam satu kaset berisi 40 buah lagu yaitu seri A 20 lagu dan seri B 20 buah lagu. Sama halnya dengan penyanyi Mandarin lainnya yang bernama Yulia Yasmin. Lagu-lagu yang dbawakan Mario Amoy hampir sama dengan lagu- lagu yang dibawakan Yulia Yasmin. Tetapi Yulia Yasmin terkenal lewat lagunya " Janganlah Kau Sakiti Hatinya" Bahkan Mario Amoy dan Yulia Yasmin pernah duet dalam satu album di kaset.

Anis Marsela.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Anis Marsela populer pada tahun 1990 di layar televisi dalam acara "Album Minggu" Dia terkenal karena menyanyikan lagu yang pernah dibawakan oleh Mario Amoy yang berjudul Amoy. Tetapi lagu Amoy yang semula Melow kemudian didaur ulang menjadi lagu disko dangdut Mandarin. Kemudian di tahun-tahun berikutnya menyusul lagu-lagu Anis Marsela diantaranya Yang Sayang, Basah Hatiku, Tertipu Cintamu, Abang Sayang, Pusing Lagi, Ayam, dan lain-lain.


Nia Lavenia.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nia Lavenia populer lewat lagu Cinta Lahir Bhatin dan Melody Memory. Kalau tidak salah lagu-lagu Nia Lavenia sebagian besar diproduksi oleh Blackboard. Nia Lavenia juga pernah bernyanyi secara bersamaan dengan kawan-kawannya yang berjudul "I Ini Milik You" Selain itu dia juga pernah duet dengan Sahrul Gunawan yang mengambil lagu dari Soundtrack drama Mandarin "White Snake Legend" yang disunting menjadi lagu "Pertemuan Terakhir"

Jumat, 14 November 2014

Pandangan Warga Malaysia Tentang Kualitas Musik Indonesia.

Musik-musik Indonesia yang mendapat sambutan hangat di negeri Jiran Malaysia adalah musik-musik Indonesia yang memiliki kualitas bagus. Penyanyi dari Malaysia yang bernama Yuna seperti yang diberitakan di media sosial sering mengagumi group band legendaris asal Indonesia yaitu Sheila On 7 yang berjudul Seberapa Pantas. Afgan dan Bondan Prakoso juga menjadi salah satu daftar penyanyi hebat bagi salah seorang warga Malaysia. Saking kecintaannya terhadap musik Indonesia, kemudian ada seorang penulis blog asal Malaysia mencurahkan isi hatinya ke dalam blog pribadinya yang bernama Milimilo. Di bawah ini adalah curahan hatinya yang saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Lagu Bondan Prakoso yang berjudul "Ya Sudahlah" memiliki lirik yang sangat indah, penuh dengan motivasi, dan inspiratif. Menurutnya, dia tidak akan puas jika hanya mendengar lagu tersebut cuma satu kali. Dia ingin mendengar lagu tersebut secara berulang-ulang dan tak akan pernah bosan. Pasalnya lagu tersebut sangat menarik dan juga memang terbaik.

Lagu ini sepertinya mengajarkan kita agar tak pernah putus asa dalam mengejar suatu impian. Dan betul-betul memberi semangat dan mengajarkan untuk tenang saat menghadapi masalah. Sebab masalah tak akan selesai jika kita kalang kabut. Menurutnya, lagu-lagu Indonesia kebanyakan lirik dan melodinya sangat indah, menarik, syahdu, menyentuh perasaan dan liriknya bermakna. Lebih dari separuh lagu Indonesia sangat enak untuk selalu dinikmati. Lagu Malaysia mungkin ada lirik yang syahdu dan menarik tapi cuma sedikit dan tidak sebanyak lagu Indonesia. Makanya banyak sinetron dan acara televisi Malaysia menggunakan lagu-lagu Indonesia.

Jika ada lagu Malaysia yang bagus mungkin lagu Malaysia jaman dulu. Dia berharap agar industri musik di Malaysia memperbaiki kualitas musiknya. Dan para komposernya berpikir untuk membuat lagu yang unik dan menyentuh hati. Seperti lagu Afgan yang berjudul Padamu Ku Bersujud bisa membuat airmata mengalir bagi yang mendengarkannya. Walaupun Afgan bukan penyanyi khusus lagu-lagu religi, tapi sungguh menyentuh kalbu. Tidak seperti di Malaysia, jika ada lagu religi, pastinya yang menyanyikan adalah kumpulan penyanyi-penyanyi Nasyid.{ Demikian curahan hati dari salah seorang warga Malaysia yang saya kutip dari blog Milimilo}

Bukan hanya warga Malaysia yang suka terhadap lagu-lagu Indonesia. Bahkan musisi asal Jepang yang bernama Hiroaki Kato juga menyukai musik Indonesia. Sebut saja Letto dan Nidji menjadi idola Hiroaki Kato. Lagu ruang rindu milik Letto dan Laskar Pelangi milik Nidji pernah dijadikan lagu Jepang oleh Hiroaki Kato. Setiap dia konser di beberapa kafe di Jepang seperti di Shibuya dan Harajuku, dia selalu membawakan lagu-lagu tersebut.

Lalu bagaimana dengan lagu dangdut? Menurut informasi yang saya baca di media sosial, musik dangdut sangat terkenal di Jepang, Jerman, Amerika dan Australia. Sebut saja artis asal Amerika yang bernama Arreal Thigman sangat piawai menyanyikan lagu-lagu dangdut. Sementara pria asal Jerman yng bernama Eckart rela mengganti namanya menjadi Egy z lantaran dia sangat mengidolakan Megy z. Sedangkan Andrew dari Amerika sangat menyukai Rhoma Irama, A Rafiq, Mansyur S, Elvis Sukaesih, Rita Sugiarto dan Megy z. Musik dangdut juga banyak dipelajari akademisi di berbagai universitas di Amerika sehingga muncul buku yang berjudul Dangdut Stories.

Jumat, 29 Agustus 2014

Alasan Seseorang Lebih Memilih CD/VCD Bajakan Daripada Yang Asli.

Maraknya pembajakan musik yang terjadi saat ini, membuat para produser rekaman musik sekaligus penyanyi merasa sedih. Pasalnya dari proses pembuatan lagu sampai menjadi CD atau DVD musik, membutuhkan waktu yang sangat lama dan memakan biaya yang sangat mahal. Namun jerih payah para produser dan penyanyi, hanya dihargai dengan cara didownload di website ilegal. Untuk menangani pembajakan itu, para produser dan penyanyi kerapkali dibantu oleh label musiknya yang sering melakukan promosi anti pembajakan. Bahkan produser dan penyanyi selalu mengingatkan penggemarnya untuk tidak membeli musik bajakan. Produser dan penyanyi sudah seharusnya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah karena telah mengambil langkah nyata dengan menutup tempat penjualan CD bajakan.

Sebenranya apa yang menjadi pemicu terjadinya tindak pidana hak cipta pada pembajakan CD dan VCD musik? Apakah faktor ekonomi menyebabkan masyarakat indonesia lebih memilih untuk membeli CD dan VCD bajakan yang harganya jauh lebih murah. Mungkin saja! Pasalnya harga CD dan VCD asli harganya sangat mahal. Selain itu, banyaknya situs internet yang menyediakan layanan download musik gratis menyebabkan mudahnya seseorang untuk melakukan pembajakan musik. Dan faktor lainnya adalah penegakan hukum belum konsisten.

Bagaimana solusi menanggulangi pembajakan musik? Kita sudah seharusnya memberikan apresiasi terhadap langkah yang sudah dilakuakn oleh Apple dengan medirikan Ituness dan Google yang mendirikan Google Play. Cara kerjanya adalah dengan cara mendigitalisasi musik dari media fisik CD dan DVD ke dalam bentuk digital.