Kamis, 25 Agustus 2011

Sejarah Perkembangan Ponsel Di Indonesia (Bagian ke 2)

Mungkin bagi saya bahwa ponsel yang paling diminati oleh masyarakat golongan menengah ke bawah adalah ponsel-ponsel yang memiliki harga terjangkau seperti misalnya ponsel-ponsel yang diproduksi dengan sistim operasi Java. Ini adalah pengalaman saya. Dan saya harus mengakui secara jujur bahwa dalam memilih ponsel, saya tidak pernah gila merek ataupun gila bentuk. Pasalnya saya buta terhadap bentuk ponsel yang bagus itu bentuknya seperti apa? Lagipula uang saya tidak terjangkau untuk membeli ponsel Android, layar sentuh, ataupun ponsel pintar seperti Blackberry, Smartfrend, Iphone, Nokia Asha, Nokia Lumia, Nokia X, Samsung Galaxy, Sony Xperia, dan lain-lain.

Pada saat ponsel masih jarang mengeluarkan harga murah seperti saat sekarang, dulu saya justru membeli ponsel-ponsel Second . Saat itu masih jarang ada ponsel kamera dan kebanyakan ponsel masih analog seperti misalnya Nokia 3310, Nokia 3315, Nokia 2300, Motorola, Siemend Mobile, Samsung, dan sebagainya. Betapa leganya hati saya ketika fiture ponsel dilengkapi radio FM. Sepertinya ponsel tersebut sudah mewah jaman itu.

Pantas saja orang-orang menyebutnya dengan istilah "ponsel one generation" atau 1G karena tehnologi yang digunakan masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. Menurut dokumen yang saya baca di Google, pada tahun 1990 di Amerika serikat sudah menggunakan tehnologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan GSM. Itu disebut ponsel Two generation karena jaman itu sudah menggunakan sinyal dengan sistem digital tapi belum didukung fitur internet.

Beda dengan ponsel sekarang yang sudah berisi fitur internet seperti Facebook, Google, Yahoo, BBM, Whats Up, We Chat dan sebagainya. Ponsel jaman sekarang disebut dengan istilah Triji atau Three Generation. Selain internet, juga bisa digunakan untuk video call. Ponsel Triji memiliki tiga standar seperti EDGE, Wideband CDMA, dan CDMA 2000. Saya mengenal ponsel Java untuk golongan menengah ke bawah pada tahun 2010 diantaranya Sky Bee, Sky Call, Mickzone, ZTE, SPC, Stelee, Aziaphone, Maxtrone, dan lain-lain. Tapi semenjak Indonesia sudah bisa memproduksi ponsel, maka saya beralih ke ponsel produksi Indonesia seperti Mito, Cross, Evercoss, Nexian, dan lain-lain.

Tapi saya penasaran, siapakah penemu ponsel pertama kali yang menjadi tempat lahirnya media komunikasi dan multimedia? Setelah saya menelusuri Google, ternyata orang yang menemukan dan menciptakan ponsel adalah Martin Cooper yang ponselnya diberi nama Motorola pada tanggal 3 April 1973. Menurut berita di Kompas, perusahaan Motorola telah dibeli oleh perusahaan Lenovo. Dan Moto E menjadi ponsel pertama Motorola setelah Google mengumumkan penjualan Motorola ke Lenovo pada Januari 2014.