Jumat, 07 Desember 2012

Tidak Boleh Mendidik Anak Dengan Kekerasan.

Orangtua selain memberikan kasih sayang kepada anaknya, orangtua juga wajib mendidik untuk membentuk karakter positif yang kuat. Orangtua selalu harus memberikan contoh nyata dan mengamati pembentukan karakter. Sayangnya, kebanyakan orangtua jaman sekarang masih menerapkan pola asuh pendahulunya. Padahal pola asuh jaman dulu yang serba keras dan otoriter sudah tidak relevan dengan jaman sekarang.

Pola asuh yang buruk akan membuat anak  menjadi superiority complex. Artinya anak akan menjadi sosok yang berkuasa dan mementingkan diri sendiri. Mereka cenderung kasar dan mudah marah. Anak juga akan menjadi Inferior seperti tidak percaya diri, takut, minder, terlalu introver dan kerap mengasihani diri sendiri. Memiliki anak yang baik atau tidak, itu tergantung dari pola asuh orangtuanya.

Pola asuh orangtua yang salah adalah otoriter, uninvolved, dan permisif. Orangtua tidak mau mendengarkan anak dan sering menggunakan kekerasan untuk membuat anak disiplin. Orangtua selalu menyerahkan pendidikan kepada pengasuh atau orang luar serta malas mengikuti perkembangan anak. Hanya mau tahu jika anaknya berhasil atau berprestasi. Orangtua selalu menuruti segala permintaan anak, terlalu memanjakan, dan memberikan kebebasan tanpa batasan.

Menjadi orangtua yang baik seharusnya demokratis, disiplin, dan tetap memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi maupun berpendapat. Kasih sayang yang diberikan orangtua harus dibarengi dengan pendidikan kemandirian. Orangtua harus punya waktu untuk anak paling tidak saat sarapan, makan malam atau sebelum tidur dan pada akhir pekan. Mengajak anak mengobrol ataupun bepergian bersama. Tidak boleh membentak anak hanya karena anak melakukan kesalahan kecil. Sebaiknya menasehati anak dengan lembut agar tidak mengulangi kesalahannya. Jangan sampai mengeluarkan kalimat yang tidak baik karena ucapan orangtua adalah doa.

Harus bersikap bijak dengan cara menjadi orangtua yang penuh kasih sekaligus tegas dengan cara mengajari anak mandiri. Misalnya mengatur buku sendiri, naik angkutan umum untuk bepergian, membersihkan kamar, atau menabung untuk membeli kebutuhan sendiri. Jika ingin berkata tegas, lakukan berdua saja dengan anak tanpa ada orang lain. Menghargai anak dengan cara memberikan pujian yang wajar. Mengapresiasi prestasinya dan mengajarkan bersyukur dengan segala hal yang dia miliki. Jangan melakukan kekerasan pada anak. Selesaikan masalah dengan bicara baik-baik tanpa merusak konsep diri anak. Jangan pernah bertengkar di depan anak karena hal itu akan membuat anak belajar bahwa pertengkaran adalah solusi setiap masalah.