Minggu, 06 Juli 2014

Menonton Bondres "Rare Kual"

Malam itu saya menonton Bondres dari sanggar " Rare Kual " Singaraja di lapangan Teja Harum Tejakula yang disponsori oleh Honda "One Heart" Sebelum Bondres digelar, kami disuguhi tarian sebagai penyambut acara yang bernama tari Puspanjali. Kemudian disusul dengan tari Wirayuda dari sanggar Radin Kumara Tejakula. Serta dimeriahkan oleh penyanyi lokal dari Singaraja.

Penampilan terakhir, barulah acara Bondres. Tingkah laku para pelawak sangat menghibur dan berhasil membuat kami tertawa. Dalam acara Bondres, para personel Rare Kual membagikan Door Prize dari Honda. Saya tidak menyangka, para personel Rare Kual mendatangi saya dan memberi pertanyaan pada saya " Apa saja produk-produk dari Honda?" tanyanya. Lalu saya menjawab " Vario, Tiger, dan CBR " karena saya menjawab dengan benar, lalu saya diberikan mug cantik yang berisi tulisan Honda One Heart.

Berwisata Ke Air Terjun "Yeh Mampeh" Desa Les.

Pagi itu, saya dan Peter Inglis {bule dari New Zealand} akan mengadakan perjalanan ke air terjun yang ada di desa Les-Tejakula. Saya kenal dengan Peter di Kayowan {permandian/pancoran umum}Tejakula. Peter selama tinggal di Tejakula, ia menginap di villa Puri Bagus desa Bondalem.

Kenapa kami mengadakan ke air terjun "Yeh Mampeh" yang ada di desa Les-Tejakula? Begini ceritanya. Ketika saya mengajak Peter Singgah ke rumah, ayah memperlihatkan beberapa album photo milik almarhum kakak. Dintara beberapa photo itu, ada photo kakak sedang duduk di pinggir air terjun desa Les. Sepertinya Peter tertarik untuk melakukan perjalanan ke air terjun air itu.

Untuk mencapai air terjun itu, kami melakukannya dengan cara berjalan kaki. Perjalanan dimulai dari pinggir pantai Bondalem dimana tempat Peter menginap. Peter membawa peralatan secukupnya seperti tas. Dan di dalam tas berisi beberapa makanan dan minuman, dan juga kamera digital. Karena kami berjalan kaki di pinggir pantai, banyak hal-hal yang membuat Peter menjadi tertarik. Misalnya Peter membidikkan kamera ketika ia melihat orang-orang pantai bagaimana caranya membuat garam. Dan memotret orang-orang yang sedang menimbang ikan laut yang berukuran sangat besar.

Waktu terus berjalan. Dan tak terasa kami baru sampai di pantai Penyumbahan desa Les. Untuk menemukan lokasi air terjun itu, kami harus menuju ke selatan agar menemukan jalan raya atau pertigaan desa Les, tepatnya di pertigaan patung singa. Dari lokasi patung singa, kami harus ke selatan lagi agar menemukan Kayowan Les atau permandian umum desa Les.

Tampaknya Peter sangat kuat berjalan kaki. Pantas saja hobynya jalan kaki. Tapi saya sangat lelah dan lapar walaupun sebelumnya saya sudah sarapan pagi di villa. Kami istirahat sejenak sambil mengunyah roti dan meneguk air Aqua untuk menghilangkan rasa dahaga dan lapar. Setelah merasa kenyang, kami melanjutkan perjalanan kembali. Beberapa tukang ojek menawarkan jasa transport, tapi kami menolaknya karena kami ingin menikmati moment jalan kaki.

Sebenarnya waktu kecil, saya pernah tamasya ke air terjun. Setiap kenaikan kelas di sekolah, pihak sekolah mengadakan wisata. Tanpa terasa, akhirnya kami sampai juga di air terjun desa Les. Pemandangannya sangat erotis. Pantas saja tempat ini pernah dijadikan lokasi Shooting oleh penyanyi 'DJ' Mahesa Singaraja dalam video klip "Sumpah Beli Tresna"

Begitu juga dengan Peter, ia terkagum-kagum melihat pemandangan air terjun itu. Sampai-sampai ia berenang di bawah air terjun itu.