Jumat, 14 November 2014

Pandangan Warga Malaysia Tentang Kualitas Musik Indonesia.

Musik-musik Indonesia yang mendapat sambutan hangat di negeri Jiran Malaysia adalah musik-musik Indonesia yang memiliki kualitas bagus. Penyanyi dari Malaysia yang bernama Yuna seperti yang diberitakan di media sosial sering mengagumi group band legendaris asal Indonesia yaitu Sheila On 7 yang berjudul Seberapa Pantas. Afgan dan Bondan Prakoso juga menjadi salah satu daftar penyanyi hebat bagi salah seorang warga Malaysia. Saking kecintaannya terhadap musik Indonesia, kemudian ada seorang penulis blog asal Malaysia mencurahkan isi hatinya ke dalam blog pribadinya yang bernama Milimilo. Di bawah ini adalah curahan hatinya yang saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Lagu Bondan Prakoso yang berjudul "Ya Sudahlah" memiliki lirik yang sangat indah, penuh dengan motivasi, dan inspiratif. Menurutnya, dia tidak akan puas jika hanya mendengar lagu tersebut cuma satu kali. Dia ingin mendengar lagu tersebut secara berulang-ulang dan tak akan pernah bosan. Pasalnya lagu tersebut sangat menarik dan juga memang terbaik.

Lagu ini sepertinya mengajarkan kita agar tak pernah putus asa dalam mengejar suatu impian. Dan betul-betul memberi semangat dan mengajarkan untuk tenang saat menghadapi masalah. Sebab masalah tak akan selesai jika kita kalang kabut. Menurutnya, lagu-lagu Indonesia kebanyakan lirik dan melodinya sangat indah, menarik, syahdu, menyentuh perasaan dan liriknya bermakna. Lebih dari separuh lagu Indonesia sangat enak untuk selalu dinikmati. Lagu Malaysia mungkin ada lirik yang syahdu dan menarik tapi cuma sedikit dan tidak sebanyak lagu Indonesia. Makanya banyak sinetron dan acara televisi Malaysia menggunakan lagu-lagu Indonesia.

Jika ada lagu Malaysia yang bagus mungkin lagu Malaysia jaman dulu. Dia berharap agar industri musik di Malaysia memperbaiki kualitas musiknya. Dan para komposernya berpikir untuk membuat lagu yang unik dan menyentuh hati. Seperti lagu Afgan yang berjudul Padamu Ku Bersujud bisa membuat airmata mengalir bagi yang mendengarkannya. Walaupun Afgan bukan penyanyi khusus lagu-lagu religi, tapi sungguh menyentuh kalbu. Tidak seperti di Malaysia, jika ada lagu religi, pastinya yang menyanyikan adalah kumpulan penyanyi-penyanyi Nasyid.{ Demikian curahan hati dari salah seorang warga Malaysia yang saya kutip dari blog Milimilo}

Bukan hanya warga Malaysia yang suka terhadap lagu-lagu Indonesia. Bahkan musisi asal Jepang yang bernama Hiroaki Kato juga menyukai musik Indonesia. Sebut saja Letto dan Nidji menjadi idola Hiroaki Kato. Lagu ruang rindu milik Letto dan Laskar Pelangi milik Nidji pernah dijadikan lagu Jepang oleh Hiroaki Kato. Setiap dia konser di beberapa kafe di Jepang seperti di Shibuya dan Harajuku, dia selalu membawakan lagu-lagu tersebut.

Lalu bagaimana dengan lagu dangdut? Menurut informasi yang saya baca di media sosial, musik dangdut sangat terkenal di Jepang, Jerman, Amerika dan Australia. Sebut saja artis asal Amerika yang bernama Arreal Thigman sangat piawai menyanyikan lagu-lagu dangdut. Sementara pria asal Jerman yng bernama Eckart rela mengganti namanya menjadi Egy z lantaran dia sangat mengidolakan Megy z. Sedangkan Andrew dari Amerika sangat menyukai Rhoma Irama, A Rafiq, Mansyur S, Elvis Sukaesih, Rita Sugiarto dan Megy z. Musik dangdut juga banyak dipelajari akademisi di berbagai universitas di Amerika sehingga muncul buku yang berjudul Dangdut Stories.