Sabtu, 21 November 2015

Motifora Band Ikut Mmeriahkan Pentas Seni Tejakula.

Pada tanggal 2 September 2016, masyarakat Tejakula kembali disuguhkan hiburan menarik di lapangan Tejaharum desa Tejakula dalam rangka pergelaran pentas seni Tejakula. Pentas seni Tejakula sempat ditiadakan pada tahun 2015 namun kini dibangkitkan lagi. Dan pada acara malam pembukaan pentas seni yang berlangsung kurang lebih 3 hari, masyarakat Tejakula disuguhkan dengan hiburan menarik berupa Bondres dari sanggar Dwi Mekar Banyuning Buleleng yang digawangi Durpa CS yang kemudian disusul dengan penampilan Motifora Band.
photo ini dokumen dari Made Budilana.


Pada malam pembukaan pentas seni Tejakula, Motifora Band hanya membawakan empat buah lagu diantaranya Rasakan Rasaku, Lelah Dilanda Rindu, Ngalahin Gumi, Dan Warnai Warnaku. Motifora Band digawangi oleh Tunick sebagai vokalis plus gitar, Rheno sebagai pemain gitar Lead, Eri sebagai pemain Bass dan Anna sebagai pemain Kajon.
photo ini dokumen dari Made Budilana


Profil Singkat Motifora Band.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Menurut informasi yang saya terima, dulu Motifora Band bernama Motiforline tetapi lama kelamaan menjadi Motifora. Band Motifora merupakan group band yang berasal dari desa Munduk kecamatan Banjar- Singaraja. Band tersebut terbentuk pada tanggal 17 Maret 2009. Motifora mengusung jenis musik yang beraliran Pop Rock Alternatif. Prestasi yang pernah diraih oleh Motifora Band diantaranya pernah menjadi Finalist dalam sebuah festival yang diadakan oleh salah satu perusahaan rokok. Selain itu, mereka juga pernah menjadi 10 besar pada festival gong 2010 dalam rangka hari ulang tahun JTV Surabaya.
photo ini dokumen dari Made Budilana


Motifora telah mengeluarkan album dengan judul Hitam Putih yang berisi 8 lagu diantaranya Ngalahin Gumi, Lelah dilanda Rindu, Meme, Hitam Putih, Rasakan Rasaku, Dua Hati, Melayang, dan Cahaya Hati.
photo ini dokumen dari Made Budilana

Alasan Seseorang Menyukai Lagu Pop Bali.

Ternyata lagu-lagu pop Bali bukan saja digemari oleh masyarakat Bali. Akan tetapi  lagu pop Bali juga digemari oleh masyarakat yang berasal dari pulau Lombok. Sebut saja Zufri (18 th) seorang teman yang bekerja sebagai buruh bangunan di Kreneng Denpasar. Ia mengaku gemar dengan lagu Bali pasalnya lirik-lirik lagu Bali sangat bermakna meskipun ia baru mengerti  sedikit bahasa Bali. Sebut saja lagu Lolot, Dek Ulik, dan Triple X yang sangat menghargai cinta. Dan katanya ia sering diajak temannya menonton konser lagu Bali di lapangan Renon setiap menyambut tahun baru.

Sementara Ham (25 th) suka dengan lagu Bali terlebih pada iramanya yang sangat bagus. Ketika saya tanya lagu mana yang anda sukai, ia kemudian menjawab "Kenceng" milik AA. Raka Sidan.

Ketika saya cermati pengakuan Zufri, ada benarnya juga. Lagu-lagu bermakna dari Dek Ulik tersirat dari albumnya yang mengambil tema Religi seperti album Suksma Hyang Widhi yang artinya terima kasih tuhan. Sementara lagu Lolot tentang mengajegkan tradisi Bali seperti lagu Cecek, Barong Bangkung yang dihiasi dengan kesenian Kecak, dan lagu tradisional "Capung Gantung" Triple X juga tak kalah hebatnya dengan lagu yang bertema ajeg Bali seperti Omed-Omedan, Sami Bagia, dan Druwenang sareng. Aliran musik yang diusung Triple X adalah Slow Rock yang dibumbui dengan Rap. Sedangkan lagu AA. Raka Sidan beraliran Pop. Ia selalu mengambil tema kemanusiaan. Lagu Kenceng adalah lagu sindiran kepada siswa-siswa dan para remaja yang tinggal di kota yang terpengaruh dengan Narkoba. Mengaku belajar di kota, ternyata mereka memakai obat-obatan terlarang.

Lagu Bali yang paling saya benci adalah lagu-lagu yang ada lirik porno, lirik kasar, beraliran DJ, dan lagu jiplakan.

Rabu, 01 April 2015

Alasan Orang Indonesia Menyukai Lagu Pop Mandarin Indonesia.

Apa alasan sebagian masyarakat Indonesia menyukai lagu-lagu lawas berirama Mandarin? Setelah saya melakukan Survey di sosial media, ternyata jawabannya adalah karena lagu pop Mandarin Indonesia iramanya sangat sendu, Melow, dan Melankolis. Apalagi ditambah dengan suara penyanyinya yang sangat merdu seperti Mario dalam judul lagunya di kaset VCD karaoke kompilasi 20 lagu The Best pop Mandarin diantaranya Ling-Ling, Lilian, Amoy, dan lain-lain.

Selain Mario, Yulia Yasmin juga tergolong sebagai penyanyi pop Mandarin Indonesia seperti yang ada dalam kaset VCD karaoke The Best pop Mandarin Indonesia Yulia Yasmin. Judul lagunya antara lain: Dinding Pemisah {sempat dipopulerkan oleh Mery Andani}, Cinta Pertama, Cinta Serba Salah, Getaran Cinta, Moming, Merana, Pusara Cinta, Jangan Sakiti Hatinya, dan lain-lain.

Setelah Yulia Yasmin, kemudian muncul nama Mery Andani di layar televisi milik pemerintah sekitar tahun 1990. Lagu perdananya adalah Dinding Pemisah. Lagu ini sempat menjadi jawara dalam tangga lagu di televisi maupun di radio sekitar tahun 1990. Sebenarnya lagu perdana Mery Andani adalah "Mas Budi, Kamu Kok Loyo?" duet dengan penyanyi pria yang saya lupa namanya. Tapi lagu tersebut bukan kategori lagu Mandarin, melainkan lagu dangdut biasa. Lagu-lagu Mery Andani diantaranya adalah Dinding Pemisah, Prahara Cinta, Marilah Kasih, dan Bunga Cintaku.


Mario Amoy Dan Yulia Yasmin.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bagi saya Mario Amoy adalah rajanya penyanyi pop Mandarin Indonesia. Kenapa saya memanggilnya Mario Amoy? Karena ia terkenal lewat lagunya yang berjudul Amoy. Sebenarnya saya tidak pernah menonton video klipnya di televisi. Tapi saya mengetahuinya semenjak saya mengenal Youtube di Internet dan di kaset VCD. Sebelum mengenal Youtube, saya hanya mengkoleksi lagu-lagu Mario Amoy dalam bentuk kaset pita atau kaset Tape. Kaset yang pernah saya miliki adalah kaset dalam album Ling-Ling. Dalam satu kaset berisi 40 buah lagu yaitu seri A 20 lagu dan seri B 20 buah lagu. Sama halnya dengan penyanyi Mandarin lainnya yang bernama Yulia Yasmin. Lagu-lagu yang dbawakan Mario Amoy hampir sama dengan lagu- lagu yang dibawakan Yulia Yasmin. Tetapi Yulia Yasmin terkenal lewat lagunya " Janganlah Kau Sakiti Hatinya" Bahkan Mario Amoy dan Yulia Yasmin pernah duet dalam satu album di kaset.

Anis Marsela.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Anis Marsela populer pada tahun 1990 di layar televisi dalam acara "Album Minggu" Dia terkenal karena menyanyikan lagu yang pernah dibawakan oleh Mario Amoy yang berjudul Amoy. Tetapi lagu Amoy yang semula Melow kemudian didaur ulang menjadi lagu disko dangdut Mandarin. Kemudian di tahun-tahun berikutnya menyusul lagu-lagu Anis Marsela diantaranya Yang Sayang, Basah Hatiku, Tertipu Cintamu, Abang Sayang, Pusing Lagi, Ayam, dan lain-lain.


Nia Lavenia.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nia Lavenia populer lewat lagu Cinta Lahir Bhatin dan Melody Memory. Kalau tidak salah lagu-lagu Nia Lavenia sebagian besar diproduksi oleh Blackboard. Nia Lavenia juga pernah bernyanyi secara bersamaan dengan kawan-kawannya yang berjudul "I Ini Milik You" Selain itu dia juga pernah duet dengan Sahrul Gunawan yang mengambil lagu dari Soundtrack drama Mandarin "White Snake Legend" yang disunting menjadi lagu "Pertemuan Terakhir"