Sabtu, 21 November 2015

Daftar Nama-Nama Group Band Di Bali.

Sebelum saya membicarakan soal daftar nama-nama Group Band di Bali, terlebih dahulu saya ingin mengulas tentang lesunya bisnis kaset di Bali. Saking lesunya bisnis kaset di Bali, sampai-sampai produser kurang bergairah dalam memproduksi musik dalam format kaset, CD, maupun video CD. Sepertinya kaset dan CD belakangan ini kurang diminati oleh konsumen. Selain itu, CD dan video CD sangat mudah dibajak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab ditambah dengan berkembangnya tehnologi digital yang semakin pesat mengakibatkan seseorang begitu mudah mendapatkan musik hanya dalam waktu sekejap dengan cara mendownload di situs-situs internet.

Kalaupun ada penyanyi yang ingin membuat album musik maupun single, pasti sifatnya berbasis Indie Label yang artinya penyanyi tersebut membiayai sendiri proses rekamannya. Dalam artian penyanyi tersebut sekaligus menjadi produsernya. Tapi penyanyi Indie jaman sekarang sebagian besar tidak mencari keuntungan lewat penjualan keping albumnya. Melainkan bagaimana caranya agar musiknya dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat. Yaitu dengan cara mengunggah albumnya di situs internet. Setelah lagunya dikenal masyarakat, ada kemungkinan Promotor mengajak bekerjasama dengan penyanyi tersebut untuk melakukan konser. Nah, dari situlah para artis Indie mendapatkan keuntungan dan bukan dari hasil penjualan album.

Selain itu, banyak terobosan-terobosan yang dilakukan penyanyi Indie seperti menawarkan lagunya kepada operator pulsa untuk dijadikan nada sambung pribadi. Dengan adanya tehnologi seperti internet, jaman sekarang banyak sekali bermunculan artis-artis dadakan walaupun mereka belum memiliki album CD atau hanya promosi single di situs internet membuat seseorang bisa terkenal. Misalnya Motifora Band, aku lebih dulu mengetahui musik Motifora Band lewat internet daripada memiliki kasetnya. Hanya dalam waktu sekejap, aku berhasil memiliki album Motifora Band dengan cara mendownload. Yang namanya penyanyi Band sudah pasti Performa para personelnya sangat menarik. Itu bukan berarti aku mengatakan bahwa penyanyi pop maupun penyanyi dangdut berpenampilan jelek. Lihat saja para personel Motifora Band. Saking terlalu gantengnya bisa membuat orang yang melihatnya geregetan. Kebetulan aku menyukai musik-musik Band yang melodynya sangat syahdu disertai dengan suara yang Melankolis tetapi tidak cengeng. Lagu Ngalain Gumi betul-betul membuat para pendengarnya ingin menitikkan airmata. Dan aku membayangkan jika aku ditinggal mati oleh orang yang sangat aku sayangi, bagaimana rasanya? sudah pasti sedih, bukan?

Motifora Band.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Menurut informasi yang saya terima, dulu Motifora Band bernama Motiforline tetapi lama kelamaan menjadi Motifora. Band Motifora merupakan group band yang berasal dari desa Munduk kecamatan Banjar- Singaraja. Band tersebut terbentuk pada tanggal 17 Maret 2009. Motifora mengusung jenis musik yang beraliran Pop Rock Alternatif. Prestasi yang pernah diraih oleh Motifora Band diantaranya pernah menjadi Finalist dalam sebuah festival yang diadakan oleh salah satu perusahaan rokok. Selain itu, mereka juga pernah menjadi 10 besar pada festival gong 2010 dalam rangka hari ulang tahun JTV Surabaya.
photo ini dokumen dari Made Budilana
Motifora telah mengeluarkan album dengan judul Hitam Putih yang berisi 8 lagu diantaranya Ngalahin Gumi, Lelah dilanda Rindu, Meme, Hitam Putih, Rasakan Rasaku, Dua Hati, Melayang, dan Cahaya Hati.

Lolot Band
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kalau Lolot Band waktu aku mengenal musiknya, waktu itu sudah jaman kaset pita. Lagu pertama yang aku dengar adalah lagu Dagang Kopi. Musik dan vokalnya sangat pas. Kebetulan aku menyukai lagu-lagu Band yang memilki tempo Slow. Sebenarnya lagu Lolot Band banyak sekali yang bagus. Tapi aku sukanya yang Slow sebab lagu Lolot dibagi menjadi dua kategori yaitu keras dan Slow. Jadi pada saat aku mendownload lagu Lolot, sengaja aku pilih yang Slow-Slow. Sebut saja Dagang Kopi, Capung Gantung, dan lain-lain. Lirik lagu Lolot yang berjudul Galungan sangat pas, cuma genre musiknya tergolong keras. Jika genre musiknya slow rock, saya rasa sangat nyaman untuk dinikmati. Tapi menurut semua orang, lagu ini sangat bagus. Sayangnya saya hanya menyukai lagu lolot yang Slow. Demi kemajuan kualitas group Band Lolot, saya mau memberi kritik dan saran tapi kritk dan saran yang bersifat membangun. Bukan kritik yang menghancurkan. Terutama dalam lagu De Bes Ruwet berisi kata-kata Ngamah. Mohon jika selanjutnya membuat lagu agar tidak berisi kata-kata kasar. Terkadang saya sempat tersinggung saat mendengar lagu Barong Bangkung yang berisi kalimat Sawireh Dikotane Akeh Anak Mebikas Jele. Tapi tidak semua orang di Kota bertabiat buruk. Sementara dalam lagu Cek-Cek berisi kata-kata Yen Wenten Jatma Corah Ngawag Mesuang Munyi, Icekcek Bengong Memongol Nenten Mesuara. Soalnya Cicak itu mengeluarkan suara bersifat secara kebetulan. Walaupun kita bicara jujur, tapi kalau cicak tidak mengeluarkan suara bukan berarti kita berbohong.

Jun Bintang
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kalau Jun Bintang itu aku kategorikan sebagai penyanyi yang dominan musik Regae sebab musik-musik yang aku kenal kebanyakan Regae. Ada juga yang musiknya Slow seperti lagu duet dengan seorang wanita yang aku lupa namanya dengan judul Satya. Musik Jun Bintang Aku kenal dari jaman kaset pita.

Emoni
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sedangkan Emoni aku kenal lewat internet. Lagu Ketut Garing yang dibawakan oleh Emoni dengan karakternya yang sangat khas membuat lagu itu menjadi enak didengar. Sementara Leyonk Sinatra membuat lagu dengan ciri khas dicampur dengan bahasa Indonesia. Contohnya seperti lirik lagu di bawah ini "Ade Sing Ade Aku Bin Mani. Sama juga dengan Raja Band seperti dalam lagu Cint Bertepuk Sebelah Tangan. Lirik Lagunya bahasa Bali dicampur dengan bahasa Indonesia. Sepertinya vokalis-vokalis group Band Bali sudah memiliki karakter yang sangat khas. Walaupun dalam keadaan mata terpejam sambil menikmati musik, kita sudah bisa menebak siapa penyanyinya. Tetapi karakter vokal Raja Band dengan Nanoe Biroe hampir sama. Hampir semua masyarakat susah membedakan antara kedua suara penyanyi tersebut. Dalam situasi yang berbeda juga sempat ada orang yang berargumen mengenai vokal Raja Band dengan Nanoe Biroe. Contoh, lagu Sing Ade Perawan sebagian besar yang mengatakan bahwa vokalisnya adalah Nanoe Biroe. Sapunapi Niki?

Alasan Seseorang Menyukai Lagu Pop Bali.

Ternyata lagu-lagu pop Bali bukan saja digemari oleh masyarakat Bali. Akan tetapi  lagu pop Bali juga digemari oleh masyarakat yang berasal dari pulau Lombok. Sebut saja Zufri (18 th) seorang teman yang bekerja sebagai buruh bangunan di Kreneng Denpasar. Ia mengaku gemar dengan lagu Bali pasalnya lirik-lirik lagu Bali sangat bermakna meskipun ia baru mengerti  sedikit bahasa Bali. Sebut saja lagu Lolot, Dek Ulik, dan Triple X yang sangat menghargai cinta. Dan katanya ia sering diajak temannya menonton konser lagu Bali di lapangan Renon setiap menyambut tahun baru.

Sementara Ham (25 th) suka dengan lagu Bali terlebih pada iramanya yang sangat bagus. Ketika saya tanya lagu mana yang anda sukai, ia kemudian menjawab "Kenceng" milik AA. Raka Sidan.

Ketika saya cermati pengakuan Zufri, ada benarnya juga. Lagu-lagu bermakna dari Dek Ulik tersirat dari albumnya yang mengambil tema Religi seperti album Suksma Hyang Widhi yang artinya terima kasih tuhan. Sementara lagu Lolot tentang mengajegkan tradisi Bali seperti lagu Cecek, Barong Bangkung yang dihiasi dengan kesenian Kecak, dan lagu tradisional "Capung Gantung" Triple X juga tak kalah hebatnya dengan lagu yang bertema ajeg Bali seperti Omed-Omedan, Sami Bagia, dan Druwenang sareng. Aliran musik yang diusung Triple X adalah Slow Rock yang dibumbui dengan Rap. Sedangkan lagu AA. Raka Sidan beraliran Pop. Ia selalu mengambil tema kemanusiaan. Lagu Kenceng adalah lagu sindiran kepada siswa-siswa dan para remaja yang tinggal di kota yang terpengaruh dengan Narkoba. Mengaku belajar di kota, ternyata mereka memakai obat-obatan terlarang.

Lagu Bali yang paling saya benci adalah lagu-lagu yang ada lirik porno, lirik kasar, beraliran DJ, dan lagu jiplakan.