Sabtu, 21 November 2015

Alasan Seseorang Menyukai Lagu Pop Bali.

Ternyata lagu-lagu pop Bali bukan saja digemari oleh masyarakat Bali. Akan tetapi  lagu pop Bali juga digemari oleh masyarakat yang berasal dari pulau Lombok. Sebut saja Zufri (18 th) seorang teman yang bekerja sebagai buruh bangunan di Kreneng Denpasar. Ia mengaku gemar dengan lagu Bali pasalnya lirik-lirik lagu Bali sangat bermakna meskipun ia baru mengerti  sedikit bahasa Bali. Sebut saja lagu Lolot, Dek Ulik, dan Triple X yang sangat menghargai cinta. Dan katanya ia sering diajak temannya menonton konser lagu Bali di lapangan Renon setiap menyambut tahun baru.

Sementara Ham (25 th) suka dengan lagu Bali terlebih pada iramanya yang sangat bagus. Ketika saya tanya lagu mana yang anda sukai, ia kemudian menjawab "Kenceng" milik AA. Raka Sidan.

Ketika saya cermati pengakuan Zufri, ada benarnya juga. Lagu-lagu bermakna dari Dek Ulik tersirat dari albumnya yang mengambil tema Religi seperti album Suksma Hyang Widhi yang artinya terima kasih tuhan. Sementara lagu Lolot tentang mengajegkan tradisi Bali seperti lagu Cecek, Barong Bangkung yang dihiasi dengan kesenian Kecak, dan lagu tradisional "Capung Gantung" Triple X juga tak kalah hebatnya dengan lagu yang bertema ajeg Bali seperti Omed-Omedan, Sami Bagia, dan Druwenang sareng. Aliran musik yang diusung Triple X adalah Slow Rock yang dibumbui dengan Rap. Sedangkan lagu AA. Raka Sidan beraliran Pop. Ia selalu mengambil tema kemanusiaan. Lagu Kenceng adalah lagu sindiran kepada siswa-siswa dan para remaja yang tinggal di kota yang terpengaruh dengan Narkoba. Mengaku belajar di kota, ternyata mereka memakai obat-obatan terlarang.

Lagu Bali yang paling saya benci adalah lagu-lagu yang ada lirik porno, lirik kasar, beraliran DJ, dan lagu jiplakan.
Posting Komentar