Senin, 24 April 2017

Tanggapan Untuk Lagu Tuak Adalah Nyawa {Masekepung Band}

Lagu Bali Tuak Adalah Nyawa belakangan ini sangat populer dan sangat digemari di kalangan remaja, anak-anak maupun orang dewasa. Dan lagu tersebut sering diputar pada acara kumpul-kumpul dengan teman saat ada Event 'Metuakan" terutama di desa kami Tejakula-Buleleng. Karena seringnya teman-teman memutar lagu tersebut, lagu hasil unduhan dari Youtube itu menjadi semakin enak didengar. Awalnya saya mengetahui lagu tersebut ketika membuka Youtube ingin mencari lagu Widi Widiana. Tetapi di bawah video Widi Widiana ada video pilihan-pilihan lain. Salah satunya Tuak Adalah Nyawa. Karena penasaran lalu saya mendownload dan memutar video tersebut. Dari sana, saya lalu mengetahui Group Band yang menyanyikan lagu tersebut adalah Masekepung Band dari Sukawati. Sekedar catatan buat pembaca Blog ini, Band tersebut digawangi oleh Ryos sebagai Vocal dan pemegang gitar, Nahox sebagai pemegang Bass dan Lenjong sebagai pemegang Jimbe.

Menurut pengamatan saya, sepertinya lagu tersebut menjadi Booming padahal albumnya belum dirilis. Mungkin respon masyarakat sangat tinggi sehingga di Youtube video itu ditonton sebanyak 1,4 juta kali. Ternyata Masekepung Band sudah merampungkan albumnya yang berisi 10 lagu andalan diantaranya Ulian Utang, Bajang Abian Sentul, Tembang Girang, Nunas Ampure, Masekepung, De Sangetang, Man Ngibur, Tut Njong Cool, Menyame Adung, Bares serta tuak adalah Nyawa.

Tanggapan saya mengenai lagu Tuak Adalah Nyawa, saya harap kepada masyarakat supaya jangan memiliki pemikiran negatif terhadap kegiatan Metuakan di Bali. Mungkin dari hasil kegiatan kumpul-kumpul dengan teman akan terlahir sebuah karya seni berupa lagu seperti yang dihasilkan oleh Masekepung. Lagu ini juga ada sisi seni budayanya, pasalnya lagu ini memiliki konsep yang melibatkan Sekaa Genjek yang bertujuan sebagai sebuah upaya pelestarian seni dan budaya.
Posting Komentar