Minggu, 06 Juli 2014

Berwisata Ke Air Terjun "Yeh Mampeh" Desa Les.

Pagi itu, saya dan Peter Inglis {bule dari New Zealand} akan mengadakan perjalanan ke air terjun yang ada di desa Les-Tejakula. Saya kenal dengan Peter di Kayowan {permandian/pancoran umum}Tejakula. Peter selama tinggal di Tejakula, ia menginap di villa Puri Bagus desa Bondalem.

Kenapa kami mengadakan ke air terjun "Yeh Mampeh" yang ada di desa Les-Tejakula? Begini ceritanya. Ketika saya mengajak Peter Singgah ke rumah, ayah memperlihatkan beberapa album photo milik almarhum kakak. Dintara beberapa photo itu, ada photo kakak sedang duduk di pinggir air terjun desa Les. Sepertinya Peter tertarik untuk melakukan perjalanan ke air terjun air itu.

Untuk mencapai air terjun itu, kami melakukannya dengan cara berjalan kaki. Perjalanan dimulai dari pinggir pantai Bondalem dimana tempat Peter menginap. Peter membawa peralatan secukupnya seperti tas. Dan di dalam tas berisi beberapa makanan dan minuman, dan juga kamera digital. Karena kami berjalan kaki di pinggir pantai, banyak hal-hal yang membuat Peter menjadi tertarik. Misalnya Peter membidikkan kamera ketika ia melihat orang-orang pantai bagaimana caranya membuat garam. Dan memotret orang-orang yang sedang menimbang ikan laut yang berukuran sangat besar.

Waktu terus berjalan. Dan tak terasa kami baru sampai di pantai Penyumbahan desa Les. Untuk menemukan lokasi air terjun itu, kami harus menuju ke selatan agar menemukan jalan raya atau pertigaan desa Les, tepatnya di pertigaan patung singa. Dari lokasi patung singa, kami harus ke selatan lagi agar menemukan Kayowan Les atau permandian umum desa Les.

Tampaknya Peter sangat kuat berjalan kaki. Pantas saja hobynya jalan kaki. Tapi saya sangat lelah dan lapar walaupun sebelumnya saya sudah sarapan pagi di villa. Kami istirahat sejenak sambil mengunyah roti dan meneguk air Aqua untuk menghilangkan rasa dahaga dan lapar. Setelah merasa kenyang, kami melanjutkan perjalanan kembali. Beberapa tukang ojek menawarkan jasa transport, tapi kami menolaknya karena kami ingin menikmati moment jalan kaki.

Sebenarnya waktu kecil, saya pernah tamasya ke air terjun. Setiap kenaikan kelas di sekolah, pihak sekolah mengadakan wisata. Tanpa terasa, akhirnya kami sampai juga di air terjun desa Les. Pemandangannya sangat erotis. Pantas saja tempat ini pernah dijadikan lokasi Shooting oleh penyanyi 'DJ' Mahesa Singaraja dalam video klip "Sumpah Beli Tresna"

Begitu juga dengan Peter, ia terkagum-kagum melihat pemandangan air terjun itu. Sampai-sampai ia berenang di bawah air terjun itu.

Senin, 16 Juni 2014

Alasan orang Indonesia Menyukai Lagu pop Mandarin Indonesia (Bagian ke 2).

Sebenarnya lagu pop Mandarin-Indonesia pernah dilarang beredar di Indonesia pada awal tahun 1996 oleh pemerintahan Indonesia. Makanya sejumlah stasiun televisi dan radio di Indonesia pun berhenti menayangkan dan berhenti memutar lagu-lagu Mandarin-Indonesia. Tapi saya sudah terlanjur mencintai lagu-lagu Mandarin sejak kecil seperti lagu Mario yang diproduksi oleh Virgo Ramayana, Yulia Yasmin, Yuki, Nila Kartika dengan suara Mupetnya ,Mery Andani, Nia Lavenia, Anis Marsela, penyanyi yang membawakan lagu Memori Kereta Senja yang dilirik dari lagu Mandarin asli yang bernama Emil Chau dengan judul Hua Xin, dan lain-lain. Pasalnya lagu-lagu Mandarin sangat enak didengar maupun untuk sekedar bernostalgia.

Dulu stasiun televisi banyak yang menayangkan film-film Mandarin sehingga masyarakat terbius dengan lagu Soundtrack film Mandarin seperti lagu pembuka dalam serial " Kembalinya Pendekar Rajawali " yang dinyanyikan oleh Yuny Shara. Begitu juga dengan lagu Soundtrack serial The White Snake Legend sangat Booming di masyarakat saat itu. Saya juga suka mendengarkan lagu Mandarin asli yang berjudul Ai Jing Te Ku Se, dan penyanyi Mandarin asli yang bernama Teresa Teng. Namun sekitar tahun 2003, masyarakat Indonesia kembali digemparkan dengan hadirnya Boyband asal Mandarin dengan group F4 yang menyanyikan lagu Soundtrack " Meteror Garden " kemudian diubah menjadi lagu Mandarin versi Indonesia yang dinyanyikan oleh Mery Andani menjadi lagu Bunga Cintaku.

Kini peredaran kaset-kaset Mandarin di Indonesia menjadi langka. Saya hanya memiliki koleksi kaset pita dari penyanyi Mario dalam album sukses Mario tahun 1995 yang diproduksi oleh Virgo Ramayana. Sementara kaset  VCD yang berisi lagu Mandarin Indonesia, saya hanya memiliki kumpulan lagu Mandarin dari Mario, Yulia Yasmin, dan Yuki.

" Ada kaset Mandarin, pak? " tanya saya pada seorang pedagang kaset VCD.

" Ada " Sahutnya antusias.

Lalu ia menunjuk ke salah satu rak yang berisi tumpukan beberapa keping VCD Mandarin. Wah, ternyata benar. Jadi apa yang selama ini saya cari, sudah saya temukan. Lalu saya melihat Cover VCD, disana tertera judul albumnya " 20 kumpulan pup Mandarin Indonesia "

"Boleh dicoba, pak? " tanya saya lagi.

" Boleh " Sahutnya ramah.

Lalu ia bergegas memasukkan kepingan VCD itu ke VCD player. Setelah diputar, lagu itu sangat enak didengar walaupun banyak orang yang mengatakan lagu itu sudah ketinggalan jaman. Termasuk pendapat wanita yang baru saya kenal yang sedang memilih-milih kaset.

" Lagunya sudah tidak jamannya lagi, tetapi bagus juga jika untuk bernostalgia " Ujarnya.

" Ya " Sahut saya untuk merespon pendapatnya.

Walaupun saya baru kenal dengan wanita itu, namun saya mencoba untuk menghargai pendapatnya. Ada beberapa penyanyi Mandarin yang terputar saat itu, ada Mario dengan lagunya yang berjudul Amoy. Kemudian disusul dengan Yulia Yasmin, Yuki, dan lain-lain. Karena lagu itu sangat saya suka, kemudian saya berniat memastikan untuk membelinya.

" Berapa harganya, pak? "

" Enam ribu rupiah, Boss"

Saya kemudian bergegas membayarnya lalu pulang.

Senin, 09 Juni 2014

Alasan Orang Indonesia Tidak Suka Menonton Film Indonesia.

Film Indonesia pernah berjaya pada sekitar tahun 1980-1990. Film yang masih saya ingat pada saat itu tidak lain adalah Film Catatan Si Boy yang dibintangi oleh Onky Alexander. Sayangnya, pada akhir tahun 1990, perfilman Indonesia mengalami kelesuan. Namun bangkit kembali di awal tahun 2000. Film Ada Apa Dengan Cinta yang dibintangi oleh Dian Sastro Wardoyo ikut meramaikan bangkitnya perfilman Indonesia. Lalu disusul dengan film Pertualangan Sherina dan film bertema horor Jelangkung, dan lain-lain.

Masyarakat Indonesia saat ini rasanya kurang tertarik menonton film Indonesia padahal film Indonesia banyak yang diputar di bioskop-bioskop ternama di luar negeri seperti misalnya film The Raid, Lovely Man, Laskar Pelangi, Daun Di Atas Bantal, Meraih Mimpi, Ayat-ayat Cinta, Habibie Dan Ainun, Negeri Lima Menara, Modus Anomali, Java Heart dan lain-lain. Konon film tersebut juga pernah mendapatkan penghargaan dari negara Amerika, Kanada, Australia, Jepang, dan lain-lain. Bahkan negara Kuwait juga menyukai film Indonesia yang bertema Religi Islam seperti Film Emak Ingin Naik Haji. Selain itu, banyak juga film Indonesia yang diputar di negara seperti Singapura, Afrika Selatan, Perancis, Fhilipna, Amerika, dan Australia. Film tersebut adalah film Dead Mine.

Orang barat sangat menyukai film Indonesia, tapi kenapa orang Indonesia justru tidak suka menonton film Indonesia? Berikut ini adalah alasannya seperti yang saya kutip di Yahoo Answer. Penyebabnya adalah karena Ending film Indonesia sangat mudah ditebak, Genre ceritanya Monoton, film horor selalu dibumbui dengan seks dan komedi, tidak bermutu, karena film Action Indonesia kurang Okey jika dibandingkan dengan film luar negeri.

Ada juga yang berkomentar di Yahoo Answer bahwa wajah perfilman Indonesia menjadi tercoreng karena film Indonesia lebih identik ke arah horor komedi, horor seks dan seks komedi, alur ceritanya kurang menggigit, dan banyak adegan menangis.

Rabu, 04 Juni 2014

Daftar Lagu-Lagu Nia Daniaty.

Saya harus mengakui secara jujur bahwa dari kecil saya sangat mengidolakan penyanyi Nia Daniaty. Selain wajahnya awet muda, dia juga memiliki suara yang sangat merdu dan Melankolis.

Lagu-lagu Nia Daniaty yang masih saya ingat judulnya diantaranya adalah lagu Gelas-Gelas Kaca, Tujuh Menit Saja, Aku Siapa Yang Punya, Aku Tak Ingin Dimadu, Biar Ku Cari Jalan Hidupku, Bukalah Hatimu, Burung Pun Ingat Pulang, Cintamu Cinta Apa, Demi Kasihku, Dia Sahabat Karibku, Disini Aku Rindu Disana Kau Bercumbu, Inilah Cintaku, Perkawinan Bukan Sandiwara, Siapa tak Ingin Disayang, Singgasana Cinta, Tak Ingin Seperti Dia, Tak Mungkin Dua Jadi Satu, Tikar Merah, Yang Lalu Biarlah Brlalu { Feat Pance.P. Pondaag } Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sangat banyak penyanyi-penyanyi Legendaris kesukaanku yang jarang muncul lagi di televisi. Sebut saja Bhetaria Sonata, Ratih Purwasih, Endang S taurina, dan sebagainya. Nia Daniaty juga sudah lama tak pernah muncul di televisi. Tetapi alangkah kagetnya ketika saya menyaksikan sebuah acara Infotainment di stasiun televisi swasta " Anteve " dalam acara  " SOS Anteve " Acara itu menayangkan perceraian Nia Daniaty dengan Farhat Abas secara Live tertanggal 5 Juni 2014.

Disana ditayangkan wawancara Ekslusif antara Nia Daniaty dengan presenter Anteve. Bagaimana perasaan Mbak Nia  setelah bercerai dengan Mas Farhat?" Tanya Presenter. Lalu Nia menjawab" Perasayaan saya sangat Plonk [ lega ] setelah saya menyandang status Single Parent" Ujar wanita kelahiran Jakarta 17 April 1964. Ketika ditanya oleh presenter, apa yang mau Mbak Nia sampaikan kepada Mas Farhat lewat acara ini? Nia Daniaty menjawab " Saya tak ingin menyampaikan suatu apapun kepada Mas Farhat" Imbuh wanita yang bernaung di bawah Zodiack Aries.

Penyanyi yang populer lewat lagu Gelas-Gelas Kaca itu mendapatkan kado spesial dari Anteve berupa makanan kesukaan Nia Daniaty dan kipas ajaib yang terbuat dari kertas.

Rabu, 28 Mei 2014

Studio Rekaman Yang Ada Di Kabupaten Buleleng / Singaraja.

Dulu sebelum jaman serba digital, kalau mau rekaman musik pasti mengeluarkan biaya yang sangat banyak. Karena semuanya dilakukan dengan sistem Indie Label. Mulai dari mencari tukang musik atau yang biasa dipanggil Arangger, membayar biaya rekaman, biaya Mixing, biaya Mastering, biaya menggandakan kaset, dan mencari materai lunas pajak.

Mungkin kalau sekarang ingin rekaman atau sekedar hoby tentu biayanya relatif murah. Karena tidak ada sistem penggandaan kaset. Lagu yang sudah rampung cukup diupload di situs-situs internet. Dulu mengingat proses membuat kaset memakan biaya yang sangat mahal, makanya lagu saya yang sempat direkam di studio Swara Tehnika Banyuning Singaraja, sampai sekarang gagal dikeluarkan dengan alasan biaya.

Dulu saya kenal dengan penyanyi lokal Tejakula yang lebih dulu mengeluarkan albumnya dalam format kaset pita. Namanya Daplok's yang albumnya diberi judul Panji Sakti. Katanya album tersebut direkam di Studio Musik " Duta Recored Singaraja " Grupnya beranggotakan empat orang diantaranya Daplok's, Dek Ne, Wati, Dan Bagus. Jenis lagunya bernuansa Pop.

Dari perkenalan saya dengan Daplok's, akhirnya saya diperkenalkan dengan seorang Arangger yang menyandang Disabilitas atau tuna netra yang berasal dari desa Bungkulan Singaraja, namanya Ketut Subur. Rekaman sudah rampung, tapi belum ada biaya untuk memperbanyak kaset. Akhirnya album saya gagal dikeluarkan.


Studio V Musik Singaraja.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tapi semenjak saya mengenal Internet, di jejaring sosial seperti Facebook, saya berkenalan dengan vokalis Band Surya Singaraja yang bernama Kevin Dimaria. Dari perkenalan saya dengan Kevin, akhirnya saya diperkenalkan dengan seorang pemilik studio rekaman " V. Musik Singaraja " yang akun facebooknya bernama Teratai Biru. Setelah saya bertemu langsung dengan Aji Teratai Biru, ternyata orangnya ramah dan baik hati. Setelah saya rekaman di Studio V Musik Singaraja, akhirnya lagu saya berhasil beredar di situs 4 Shared dengan judul Pura Ponjok Batu {Made Budilana}. Lagu tersebut sudah sering diputar di Radio RRI Singaraja.

Dema Arta Studio
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selain di kota Singaraja, kini di Tejakula sudah ada studio rekaman yang bernama Dema Arta Studio. Kalau di studio Dema Arta, saya pernah rekaman lagu ciptaan sendiri dengan judul Puun Bareng-Bareng dari Made Budilana. Lagunya sudah rampung dan sudah bisa didownload di situs 4 shared.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sabtu, 10 Mei 2014

Cara Mengatasi Masalah Sampah Plastik Di Tejakula.

Desa Tejakula seringkali mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah dalam bidang kebersihan sudah seharusnya desa Tejakula terbebas dari masalah sampah plastik. Karena sampah plastik yang berserakan sangat mengganggu pemandangan. Selain itu, sampah plastik sangat sulit terurai dalam tanah. Dan jika dibakar akan mengeluarkan asap hitam yang bisa mengganggu kesehatan terutama paru-paru. Anda harus ikut memikirkan bagaimana nasib masyarakat yang rumahnya dekat dengan penampungan sampah. Di bawah ini adalah gambar sampah plastik yang dibuang di sungai.

Sampah plastik sebagian besar terdiri dari alat-alat dan perabotan rumah tangga yang sudah tidak terpakai Seperti misalnya pembungkus makanan , botol minuman, pembungkus kosmetik, barang-barang elektronik, semuanya terbuat dari plastik. Di jaman yang sudah canggih ini sudah tercipta mesin oven mini tanpa asap. Fungsinya adalah mengolah sampah plastik menjadi kerikil plastik. Dan Kerikil plastik ini bisa digunakan sebagai pengganti kerikil dalam pembuatan Paving untuk halaman rumah.

Bahaya sampah plastik.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Plastik itu sangat membahayakan kesehatan karena plastik mengandung zat adiktif  Bisphenol A / Bp.A. Selain itu, sampah plastik juga menyebabkan banjir karena sampah plastik sering menyumbat aliran sungai, bisa membuat perubahan iklim karena sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kantong plastik yang paling berbahaya adalah kantong plastik berwarna hitam karena sudah daur ulang. Masyarakat juga dihimbau agar tidak menggunakan Styrofoam untuk mewadahi makanan berkuah dalam keadaan panas seperti misalnya makanan Pop Mie yang terbungkus dari Styrofoam atau gabus. Kuah yang tercampur dengan bahan kimia berbahaya dari Styroafoam akan mengganggu kesehatan. Hal ini sudah dilarang di negara-negara maju seperti Amerika. Tapi di Indonesia pengawasannya masih lemah

Mengatasi masalah sampah plastik.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk mengatasi masalah sampah plastik, lakukanlah gerakan daur ulang yang terbuat dari sampah plastik dan memakai kembali sehingga bisa mengurangi sampah plastik. Untungnya sekarang sudah ada mesin pencacah sampah plastik.

Saya senang melihat barang-barang daur ulang yang terbuat dari bahan sampah plastik yang dijual di pasar tradisional. Sepertinya taplak meja yang terbuat dari plastik bekas pembungkus shampoo sachet yang bermerek Zinc. Kita sudah seharusnya mengucapkan terimakasih pada orang-orang yang memiliki jiwa yang sangat kreatif. Bagi orang-orang kreatif, sampah plastik akan disulap menjadi barang-barang yang bernilai seni dan harga jual yang tinggi. Mungkin hanya dengan cara itu kita bisa mengurangi sampah plastik yang semakin menumpuk. Mari kawan-kawan semuanya, kita harus meniru tindakan orang-orang kreatif untuk menanggulangi masalah sampah plastik di Tejakula.

Apalagi sekarang di Tejakula ada program Jefri-link yang menangani sampah plastik menjadi barang-barang kerajinan seperti tempat duduk, meja, dan lain-lain. Jefri-link digagas oleh teman saya yang bernama Ketut Ardika Yasa. Beliau juga telah membuat program Bank sampah. Terimakasih banyak untuk Bpk Ketut Ardika Yasa.

Jika anda memiliki kebun supaya membuang sampah organik di bawah pepohonan sebagai pupuk kompos untuk pepohonan.

Tanggapan Masyarakat Terhadap Serial Mahabarata Di Televisi.

Serial Mahabarata yang pernah tayang di Anteve dan kini tayang di Mnc Tv banyak yang mengatakan sangat berbeda dengan serial Mahabarata yang dulu. Perbedaannya yaitu tentang adanya Monolog Khrisna, karakter Shakuni, dan terjemahan teks dari kata tuhan menjadi Allah.

Ini ada opini dari Netizen yang bernama Ketut Lubak. Dia mengatakan sutradara hanya mencari keuntungan belaka. Apa yang disabdakan Khrisna dalam serial tersebut sangat berbeda dengan yang tertulis di Bhagawadgita. Memang dalam serial tersebut, monolog Khrisna menjurus ke dalam renungan kebajikan. Tapi kalau begini, orang tidak akan bisa lagi mengenali Bhgawadgita yang asli karena telah banyak direkayasa oleh mereka yang mencintai Khrisna.

Tetapi saya justru memiliki opini lain dan sangat senang menonton serial Mahabarata versi 2013 yang sedang ditayangkan di Anteve. Alasannya adalah para pemain Mahabarata 2013 sangat ganteng terutama yang memerankan tokoh Arjuna. Bukan hanya saya yang suka menonton Mahabarata. banyak juga remaja putri yang suka sehingga mereka sering mengupload photo Arjuna di jejaring sosial seperti Facebook.

Tetapi agak menyedihkan jika saya harus mengakui secara jujur bahwa jalan cerita Mahabarata versi 2013 kurang kronologis dan dialognya juga kurang bagus dibandingkan serial Mahabarata versi 1990 di TPI. Tapi bagaimanapun juga saya tetap suka menonton Mahabarata versi 2013. Bahkan belakangan ini telah berdedar DVD Mahabarata 2013 berbahasa India dan berbahasa Indonesia.

Jika saya mengamati secara seksama kemungkinan DVD itu adalah bajakan. Karena saya tahu betul sistem pembajakan DVD di indonesia tumbuh subur bagaikan jamur di musim hujan. Menurut saya, sistem pembajakan yang dilakukan pasti dengan cara merekam siaran televisi kemudian hasil rekaman ditransfer ke DVD kosong lalu diperbanyak. Agar DVD kelihatan lebih keren, pasti dilengkapi dengan Cover palsu yang dicari di Google gambar.Cara lainnya adalah mengunduh film Mahabarata 2013 di Youtube lalu file hasil Download di-Burn ke DVD kosong. Kemudian diperbanyak dilengkapi dengan Cover palsu.

Agus Xu Xi Adnyana pernah menulis di Linimasa Facebooknya bahwa film Mahabarata 2013 sangat berbeda dengan cerita dari kitab Mahabarata Khrisna Dwipayana. Lagipula yang memerankan tokoh Khrisna lebih bagus Nitish Baradwaja, Film yang diproduksi oleh B.P Copras.

Sementara menurut IB.Permadi, Mahabarata 2013 terlalu dramatis, cuma menunjukkan ketampanan para artisnya saja. Bukan film kolosal seperti Mahabarata yang dulu. Walaupun saya kurang memahami kitab Mhabarata dan walaupun saya bukanlah seorang sutradara, tetapi menurut saya lebih bagus film Mahabarata yang tampil sebelumnya" Ujar Pram. Ceritanya kebanyakan diinterprestasi" Imbuh Yaso Komang Yudiarta. Tapi bagaimanapun juga Mahabarata 2013 memilki kelebihan yaitu di bidang Sinematografy" Ujar Agung Widiana.

Perbedaan Karakter Shakuni.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kalau dalam Mahabarata versi BP. Copras, karakter Shakuni itu adalah orang yang penurut pada orang tua dan mau menghormati orang yang lebih tua biarpun ia digambarkan sebagai tokoh jahat. Ketika Rsi Bhisma datang ke istana Ghandara melamar dewi Ghandari untuk dinikahkan dengan Dristarata, Rsi Bhisma sebelumnya diceritakan bertemu dengan Shakuni dan Raja Subala { ayah Shakuni } sedang bermain dadu. Lalu raja Subala menyuruh Shakuni untuk menghormati Rsi Bhisma dengan cara mencium kakinya.

Sementara dalam Mahabarata versi Starplus, Shakuni digambarkan sebagai tokoh yang sangat arogan. Ketika Rsi Bhisma datang ke istana Ghandara melamar dewi Ghandari, Shakuni  diceritakan tidak ada di istananya. Ketika Shakuni mendengar kabar bahwa dewi Ghandari dinikahkan dengan Dristarata, Shakuni sangat marah dan kecewa. Pasalnya, adik kesayangannya dinikahkan dengan raja buta. Lalu Shakuni mengamuk dan menedang prajurit yang kebetulan melintas di sampingnya.

Komik Mahabarata Juga Diburu Pembeli.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semenjak munculnya Mahabarata versi 2013 di televisi, bukan hanya penjual DVD Mahabarata yang diuntungkan. Tapi toko buku juga meraup keuntungan yang berlimpah. Pasalnya buku-buku yang berjudul Mahabarata dari berbagai penerbit, habis terjual. Bahkan komik RA Kosasih, banyak diburu pembeli. Saya menyaksikannya di salah satu toko buku yang ada di kota Singaraja.

Translate DVD Mahabarata dibengkokkan.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Setelah saya mengamati secara seksama, terjemahan DVD Mahabarata yang kata tuhan dalam Hindu diganti menjadi Allah. Bagaimana tanggapan kawan-kawan semuanya?

Terlalu ekstrim kalau dibiarkan, ujar seseorang dalam Group Facebook. Hal ini sudah termasuk bentuk penistaan terhadap agama Hindu. Untuk menindaklanjuti, kemana kita harus melapor? Ini sudah keterlaluan. Sudah seharusnya ada tindakan yang tegas. Masyarakat sebagian besar telah mengetahui bahwa cerita Mahabarata tidak mungkin merupakan bagian dari cerita berlatar belakang Islam. Hal seperti ini harus ditanggapi secara serius agar masyarakat tidak menuju ke anggapan yang salah. Apabila telah berada pada titik yang mengkhawatirkan, tidak ada salahnya jika kita bergerak.  Karena Mahabarata akan tetap dikenang umat manusia selama Mahameru masih berdiri tegak dan sungai Gangga masih mengalir.

Selain itu peredaran DVD bajakan harus ditekan agar nantinya tidak ada lagi DVD Mahabarata dengan versi atau bahasa yang berbeda. Karena DVD Mahabarata yang asli, tidak memakai translate berbahasa Indonesia dan hanya stasiun televisi India " Star Plus " beserta stasiun televisi Indonesia " Anteve " yang memilki hak siar atas serial tersebut" Ujarnya seraya menutup komentarnya.